Main Menu

  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Wilayah Kerja
  • Profil Kelompok Dampingan
  • Galeri Video
  • Galeri Foto
  • Hubungi Kami
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini7
mod_vvisit_counterKemarin38
mod_vvisit_counterMinggu ini7
mod_vvisit_counterMinggu lalu101
mod_vvisit_counterBulan ini79
mod_vvisit_counterBulan lalu469
mod_vvisit_counterSeluruhnya1315

We have: 2 guests online
Your IP: 38.107.191.116
 , 
Today: Sep 05, 2010
Visitors Counter

External Link

    • ILO Indonesia
    • Save The Children
    • TDH
    • GE Money
    • PEKKA
    • ASPPUK


Designed by:
web hosting

Tentang PPSW Jakarta PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 11 May 2010 15:53

Latar Belakang

Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita atau PPSW didirikan pada tahun 1986 sebagai badan pelaksana dari Yayasan An-Nisa Indonesia, sejak tahun 1998  PPSW menjadi lembaga otonom dengan badan hukum Yayasan PPSW. Perkembangan selanjutnya sejak Maret 2003, lembaga swadaya masyarakat yang berkedudukan di Jakarta ini beralih badan hukumnya menjadi Perkumpulan PPSW.

Tujuan utama PPSW adalah pemberdayaan perempuan khususnya yang berada di strata sosial ekonomi terendah dalam masyarakat yang terkonsentrasi di daerah kumuh perkotaan, dan daerah pedesaan.  PPSW memilih beberapa fokus persoalan yang dihadapi masyarakat seperti persoalan ekonomi, kesehatan, dan pendidikan politik sebagai pintu masuk dalam pengorganisasian masyarakat khususnya kelompok-kelompok perempuan. PPSW telah bekerja di 6 Propinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Riau, Kalimantan Barat dan Aceh.

Untuk merespon perkembangan sistem politik dan pemerintahan Indonesia kearah desentralisasi  dan dengan menimbang organisasi PPSW yang sudah sangat besar, maka tahun 2005 PPSW mengembangkan strategi desentralisasi wilayah. Keputusan ini merupakan hasil Rapat Umum Anggota pada tanggal 3 Februari 2005, dan ditetapkan sejak April 2005 PPSW berubah menjadi Jaringan PPSW, dan wilayah kerja menjadi organisasi yang otonom. Salah satu wilayah yang sudah otonom adalah PPSW Jakarta.

Tiga tahun kemudian,  pada 9 April 2008 melalui Musyawarah Besar (Mubes) ditetapkan adanya perubahan dari jaringan PPSW menjadi Asosiasi PPSW. PPSW Jakarta adalah salah satu lembaga otonom yang ada dalam Asosiasi PPSW. Walaupun secara kelembagaan PPSW Jakarta terlahir pada April 2005, namun tim PPSW Jakarta telah bekerja di masyarakat sejak sebelum proses desentralisasi.  PPSW Jakarta  telah memiliki Badan Hukum Yayasan PPSW Jakarta, sejak 8 Nopember 2007 dengan Akta Notaris No 01, Ny. Asmara Noer SH.

Visi

Pemberdayaan perempuan dan transformasi sosial bagi status dan peran perempuan dalam masyarakat melalui peningkatan  akses dan kontrol perempuan terhadap sumberdaya, guna menciptakan tatanan masyarakat yang lebih egaliter, demokratis, berkeadilan dan kesetaraan gender.

Misi

  • Meningkatkan taraf hidup, pengetahuan dan kemampuan perempuan di tingkat basis.
  • Mengembangkan kapasitas kelembagaan lokal bagi perempuan dan  kepemimpinan perempuan dengan pendekatan berbasis hak ekonomi, sosial, budaya, sipil dan politik dan partisipatif.
  • Memasyarakatkan konsep keadilan dan kesetaraan gender dalam semua tingkatan.


Strategi

Untuk mencapai visi dan misi, PPSW Jakarta mengembangkan empat strategi besar pengorganisasian masyarakat yaitu:

  • Membangun visi dan misi
  • Peningkatan kapasitas
  • Pengembangan organisasi dan jaringan kerja
  • Advokasi kebijakan dan perubahan sosial


Nilai-nilai

Egaliter, demokratis, keadilan gender, kelestarian lingkungan dan kearifan lokal


Program

Pengorganisasian Masyarakat

Pengorganisasian Masyarakat merupakan kegiatan utama PPSW Jakarta. Beberapa pola pendekatan diterapkan sesuai kebutuhan dan situasi masyarakat dalam melaksanakan program ini.  PPSW Jakarta mengorganisir para perempuan di tingkat basis melalui kelompok-kelompok berdasarkan tempat tinggal dengan kegiatan ekonomi sebagai pintu masuk utama.

Berbagai kegiatan dilaksanakan dalam kelompok, selain simpan pinjam juga pelatihan dan diskusi untuk menumbuhkan kesadaran kritis dan meningkatkan kapasitas sehingga para perempuan dapat menyelesaikan permasalahan dan melakukan perubahan di keluarga dan lingkungan. 

Kepemimpinan di kelompok terus menerus  dilakukan secara berkesinambungan, supaya proses pengkaderan berjalan baik. Pengembangan kepemimpinan perempuan harus disiapkan sejak awal, karena ada tantangan budaya yang masih menghambat perempuan menjadi pemimpin.

Lembaga Keuangan Mikro (LKM)

Pengembangan Lembaga Keuangan Mikro merupakan salah satu pintu masuk untuk memberdayakan perempuan. Landasan ideologis dari pengembangan Lembaga Keuangan adalah mengembangkan lembaga keuangan yang dimiliki oleh perempuan yang mampu mempertahankan sumberdaya dan sumberdana di tingkat lokal dan mengakses sumberdaya dan sumberdana diluar wilayah sehingga bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk mengembangkan perekonomian rakyat. Lembaga Keuangan ini dikelola secara profesional dan berkelanjutan dengan menggunakan sistim dan mekanisme koperasi.

Pengembangan Lembaga Keuangan Mikro ini sebagai bagian dari program penguatan ekonomi untuk perempuan di tingkat basis yang bertujuan untuk:

  • Mengembangkan lembaga keuangan yang dimiliki oleh perempuan
  • Membuka akses kredit, jaminan sosial dan sumberdaya lainnya bagi perempuan.
  • Menghimpun dan mengembangkan dana simpanan masyarakat agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dalam pengembangan perekonomian rakyat.
  • Sebagai wadah untuk mengembangkan kepemimpinan perempuan


Pelatihan

PPSW Jakarta memfasilitasi berbagai pelatihan bagi masyarakat dampingan maupun lembaga-lembaga lain yang membutuhkan. Pelatihan yang diberikan mencakup tiga hal yaitu keterampilan tekhnis, keterampilan manajerial dan pengembangan diri. Pelatihan-pelatihan dasar meliputi :

  • Pelatihan Pengorganisasian masyarakat (CO) untuk membangun visi tentang hidup dan kehidupan
  • Pelatihan motivasi berkelompok, untuk memotivasi anggota agar mau bekerja sama dalam kelompok
  • Pelatihan gender untuk membangun kesadaran kritis perempuan terhadap kesetaraan gender serta persoalan perempuan  baik persoalan praktis maupun struktural.
  • Pelatihan manajemen kelompok dan kepemimpinan, untuk melatih kelompok dalam mengelola dan mengembangkan kelompoknya, serta mengembangkan potensi kepemimpinan perempuan di wilayahnya
  • Pelatihan kader lokal : politik, hak-hak perempuan dan masalah-masalah perempuan, untuk mengembangkan pemimpin lokal sehingga mampu melakukan perubahan untuk diri, keluarga dan ligkungan
  • Pelatihan-pelatihan tekhnis, dengan memanfaatkan sumberdaya dan sumberdana di tingkat lokal.


Seminar dan Lokakarya

PPSW memfasilitasi berbagai seminar dan lokakarya tingkat lokal, nasional dan regional, sebagai bagian dari upaya advokasi.  Persoalan yang berkaitan dengan kepentingan perempuan merupakan fokus seminar dan lokakarya yang diorganisir dan difasilitasi oleh  PPSW Jakarta.


Struktur Organisasi

Struktur organisasi PPSW Jakarta seperti digambarkan sebagai berikut:

 

 

 

















Personel PPSW Jakarta, klik disini.

Last Updated on Thursday, 20 May 2010 16:13
 

Internal Link

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB)
PPSW Jakarta, Powered by Joomla! and designed by SiteGround Joomla Templates

Jl. Pangkalan Jati VI, Gg. Anggrek RT 05/05 No. 6, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Telp 021-8660 3883, E-mail: jakarta@ppsw.or.id