You are here:

AKADEMI PARADIGTA

AKADEMI PARADIGTA "PEREMPUAN HEBAT UNTUK BANGSA BERDAULAT" Wilayah Jakarta Timur

PPSW Jakarta ( Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita Jakarta) bekerjasama dengan Seknas PEKKA (Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga) melaksanakan Pendidikan Akademi Paradigta, sebuah pendidikan dan pelatihan terstruktur bagi 60 kader koperasi dampingan PPSW Jakarta yang berada di wilayah Jakarta Timur. 60 kader yang mengikuti pendidikan Akademi Paradigta merupakan hasil seleksi dan wawancara untuk memastikan kesediaan mereka mengikuti pendidikan selama 1 tahun mulai bulan November 2016  - Oktober 2017.

Kegiatan belajar dibagi dalam 2 kelas,  satu kelas di Kelurahan Ciracas diikuti kader-kader koperasi Flamboyan. Dan kelas lainnya di Kelurahan Pondok Ranggon diikuti oleh kader-kader koperasi Mandiri, Ranggon Makmur dan Bina Usaha. Dan pelatihan Akademi Paradigta difasilitasi oleh “Mentor”, sebutan untuk fasilitator. Mereka adalah kader-kader koperasi dampingan PPSW Jakarta yang mempunyai pengalaman memfasilitasi kegiatan di wilayahnya minimal 3 tahun. 6 Mentor dan tim pendamping PPSW Jakarta yang disebut Kepala Sekolah, dilatih secara khusus oleh Seknas Pekka. Mulai dari pemahaman  tentang Akademi Paradigta, isi modul, sampai praktek memfasilitasi dan mengembangkan kemampuan menggunakan media-media kreatif.

Istilah “Paradigta”, berasal dari bahasa Jawa Kuno, yaitu Perempuan yang Berdiri dengan Tegar dan Mantab, tetap tegak berdiri meskipun diterjang berbagai persoalan

kehidupan. Sesuai dengan tema nya, “Perempuan Hebat untuk Bangsa Berdaulat”,  pendidikan Akademi Paradigta dirancang sebagai suatu proses pendidikan untuk memperkuat perempuan dari kalangan kader agar dapat terlibat aktif dalam proses pemberdayaan masyarakat dan pembangunan di wilayahnya. Para Akademia, demikan sebutan bagi peserta Akademi Paradigata, dapat berkontribusi membangun kehidupan yang sejahtera , adil, demokratis, inklusif dan berdaulat.

Sebelum mengawali pendidikan Akademi Paradigta, masing-masing kelas mengadakan Peresmian yang dihadiri oleh Lurah setempat danpemangku kepentingan lainnya. Peresmian di wilayah Pondok Ranggon dilaksanakan pada tanggal 5 Desember 2016 dihadiri oleh BPMPKB Provinsi DKI Jakarta, perwakilan Camat Cipayung, staf kelurahan Pondok Ranggon dan Munjul serta tokoh masyarakat. Dan peresmian kelas di wilayah Ciracas dihadiri oleh Lurah Ciracas dan tokoh masyarakat. Adanya dukungan dan apresiasi dari para pemangku kepentingan masing – masing wilayah menambah semangat para akademia.

Proses pelatihan Akademi Paradigta menggunakan 10 modul dibuat oleh Seknas PEKKA untuk dipelajari para akademia selama 1 tahun. Dengan menggunakan berbagai metode partisipatif , para akademia berlatih di kelas, diikuti dengan menulis dan  tugas lapang berkunjung ke Kelurahan. Bagian kegiatan yang menarik dan baru pertama kali dipelajari adalah praktek  wawancara ke tokoh-tokoh perempuan dan menulis setiap selesai kegiatan belajar.

Seluruh akademia berlatih dengan semangat mulai dari menuliskan kegiatan yang paling disukai disusul berikutnya saling bercerita dan mewawancarai teman, kemudian mewawancarai tokoh perempuan yang dinilai menginspirasi . Dengan praktek tersebut, masing-masing  akademia memperoleh pengalaman beragam melalui tutur sosok kemudian dituliskan kembali menjadi cerita yang utuh.  Meskipun beberapa  akademia ada yang grogi saat mewawancarai namun mereka senang karena memperoleh tanggapan dan bisa dituliskan menggunakan panduan pertanyaan. Sosok yang diwawancarai ada orang tua, kerabat dan tokoh masyarakat. Pengalaman tersebut membuat akademia semakin termotivasi untuk memajukan wilayah, mengembangkan kegiatan melalui kebersamaan mereka di koperasi.

Modul – modul yang dipelajari memuat tentang panduan pengorganisasian Akademi paradigta, membuka potensi kepemimpinan perempuan untuk membangun Kota Harapan . Sebagai pemimpin perempuan , akademia perlu  terlibat dalam pembangunan di wilayah agar dapat memberikan masukan dalam pembangunan yang lebih inklusif terhadap perempuan, anak dan kelompok marjinal. Akademia belajar memahami tata kelola di wilayah atau kelurahan , pelayanan publik yang disediakan serta mengembangkan berbagai kegiatan di masyarakarat. Dengan mengenal potensi wilayah terutama terkait pangan dan energi , akademia melakukan pengorganisasian masyarakat menjangkau kemandirian pangan dan energi.

Pokok bahasan lainnya menyajikan Hak dan kesehatan reproduksi dengan penekanan pada hak dan kedaulatan tubuh  perempuan serta persoalan kesehatan perempuan di wilayah sehinggga termotivasi untuk memperbaiki kualitas hidup yang lebih sehat. Para akademia juga diajak memahami prinsip, strategi dan langkah-langkah Advokasi Kebijakan. Akademia belajar di kelas dan berlatih langsung di lapangan melakukan advokasi kebijakan yang difokuskan dari berbagai persoalan. sebagai langkah awal merintis kerja advokasinya masing-masing.

AKADEMI PARADIGTA

PEREMPUAN HEBAT UNTUK BANGSA BERDAULAT

Wilayah Jakarta Timur

PDF 

Copyright © PPSW Jakarta 2018

Template by Ndoyz.